by

Bounce Rate dan Cara Memperbaikinya

Apa itu bounce rate? Bagaimana cara memperbaiki bounce rate yang tinggi dari sebuah situs? Bounce rate adalah sebuah istilah yang digunakan dalam ilmu SEO (Search Engine Optimization) yang fungsinya untuk menghitung berapa persen jumlah pengunjung berdasarkan unique visitors yang hanya membuka sebuah halaman situs dengan hanya sekali waktu (one time surfing).

Bounce Rate dan Cara Memperbaikinya
Bounce Rate dan Cara Memperbaikinya

Lebih mudahnya adalah seorang visitor/pengunjung mengunjungi laman sebuah web, ketika sudah selesai dengan yang dicari pada laman tersebut, pengunjung lantas menutup web tanpa melakukan penelusuran/penjelajahan laman-laman lain yang ada pada situs yang berkaitan. Cara menghitung bouce rate seperti berikut: ((bounce rate = jumlah pengunjung yang membuka satu halaman / jumlah total kunjungan) * 100). Bounce rate sebuah situs yang standar mungkin berkisar antara 40 sd 59 persen, yang bagus mungkin berkisar 20 sd 39 persen, sedangkan yang dibawah 20 persen sangat baik namun akan sangat jarang ditemukan.

Dalam dunia SEO, bounce rate sangat berpengaruh terhadap jumlah page view dari sebuah situs. Dikarenakan jika bounce rate rendah maka jumlah pengunjung yang sering membuka link internal lain pada sebuah situs akan sangat tinggi dan otomatis jumlah halaman yang dibuka akan meningkat. Begitu juga sebaliknya jika bounce rate tinggi maka kemungkinan visitor yang datang hanya membuka sekali saja sebuah laman lantas pergi juga tinggi dan tentunya jumlah page view tidak akan meningkat atau malah bisa menurun setiap harinya. Oleh karena itulah page view sebuah situs sangat dipengaruhi oleh besar/kecilnya presentase jumlah bounce rate.

Lalu apa saja faktor yang membuat bounce rate sebuah situs menjadi tinggi? Dan bagaimana solusi untuk memperbaikinya? Memang ada banyak faktor, selain dari visitornya sendiri, hal ini juga sangat dipengaruhi kondisi situs. Hal-hal tersebut antara lain.

Hal-hal yang Dapat Mempengaruhi Bounce Rate dan Cara Memperbaikinya

  1. Situs Sangat Berat di Akses

Banyak faktor yang mempengaruhi sebuah situs sangat berat ketika di akses, diantaranya adalah jumlah script situs laman tersebut terlalu besar, sehingga ketika dibuka pegunjung, akan memakan waktu muatan (loading) lama dan terasa berat. Server juga sangat mempengaruhi berat tidaknya sebuah situs ketika di akses, ketika server sebuah situs spesifikasinya rendah maka hal ini juga berdampak pada cepat tidaknya akses ke situs tersebut. Faktor lain yang mempengaruhi kecepatan situs adalah tidak adanya sistem cache yang terpasang di situs. Cache adalah sebuah teknik dimana resources atau sumber pada situs akan di simpan sementara di sisi browser. Sehingga ketika client/pengunjung tersebut browsing/berselancar di laman yang sama, banyak sumber dari situs tersebut yang tidak lagi diambil dari server web, namun browser akan melihat apakah ada cache atau tidak yang disimpan di komputer lokal, sehingga jika ada resource dari komputer lokal maka laman akan dimuat dengan cepat karena browser tidak lagi mengambil sumber (resources) dari server yang ada di internet.

  1. Situs Tidak Responsive atau Acak-acakan

Apakah situs acak-acakan mempengaruhi bounce rate? Saya akan jawab “tentu saja”. Bagaimana tidak, jika sebuah situs tampilannya acak-acakan dan tidak responsive, pasti akan membuat pengunjung merasa kapok dan tidak nyaman, sehingga setelah pengunjung menemukan apa yang dicari, laman tersebut akan segera di tutup oleh pengunjung. Beda halnya jika situs kita responsive, dibuka dari device apa saja enak dipandang, maka pengunjung akan merasa nyaman dan dan betah untuk mengunjungi link-link lain di situs kita. Saya akan menganalogikan sederhana, misalnya anda pergi ke tempat yang kotor, tidak rapi dan tidak tertata, dengan pergi ke tempat yang rapi, enak dipandang, baunya harum, anda akan betah dengan yang mana?

  1. Situs Tidak Memiliki Tautan Internal di Dalam Postingan

Banyak blogger yang menampilkan di konten atau postingan situs mereka dengan tautan atau link eksternal, namun jarang/malas menautkan tautan internal di situsnya sendiri. Padahal jika blogger menautkan tautan internal di konten atau postingan, hal ini akan sangat mengurangi bounce rate yang tinggi, misalnya pada postingan dengan judul “Cara Mudah Daftar Google Adsense” di tengah konten di sematkan tautan dengan judul lain, misalnya “Cara Kerja Google Adsense”, jika pengunjung tertarik, maka setelah membaca konten yang sedang dibaca, pengunjung langsung dapat pergi/berselancar ke tautan yang tadi telah disematkan. Dan hal ini tentu saja akan sangat mengurangi presentase dari pengunjung yang bounce rate. Selain itu dengan menautkan tautan internal, maka kemungkinan page view halaman situs akan meningkat adalah hampir pasti akan terjadi. Jika hanya tautan eksternal yang anda cantumkan, bisa-bisa pengunjung langsung pindah ke situs lain karena setelah selesai mengklik langsung diarahkan ke situs lain tersebut. Hal ini yang juga sering menimbulkan bounce rate pada situs kita.

  1. Situs Tidak Memanfaatkan Related Posts

Apa itu related posts? Related posts adalah tautan-tautan internal yang terdapat di suatu situs dan biasanya diletakkan dibawah postingan maupun sidebar. Tautan-tautan yang berada di related posts biasanya masih dalam satu scope, bisa dari kategori yang sama, maupun juga dari tag yang sama. Di Indonesia kita sering menyebutnya dengan nama “postingan terkait”. Nah apakah hal ini juga mempengaruhi bounce rate? Saya akan bilang “Sangat!”, kenapa? Karena selain fungsinya hampir sama dengan tautan internal yang tadi sudah saya jelaskan pada nomor tiga (3). Related posts tentu saja juga sangat mempengaruhi presentase dari bounce rate sebuah situs, bagaimana tidak, jumlah related posts yang bisa banyak (biasanya antara 4-12 tautan internal) tergantung tampilan yang di inginkan pemilik situsnya, related posts ini yang biasanya paling sering di klik oleh pengunjung jika menemukan informasi yang menarik lainnya dan masih berkaitan dengan apa yang sedang pengunjung baca. Jadi menurut saya, sebuah situs yang menampilkan konten artikel maupun video wajib hukumnya mencantumkan related posts jika ingin mengurangi bounce rate di situs mereka. Related posts setahu saya juga disukai search engine, karena spider crawler mereka akan lebih mudah merayapi konten apa saja yang terdapat pada situs kita dengan adanya related posts.

  1. Situs Tidak Berisi Konten yang Bermanfaat

Menurut saya hal ini adalah cara “buruh diri” sebuah situs web secara perlahan, kenapa? Ketika sebuah situs tidak memberikan manfaat bagi pembaca ataupun pengunjung, maka para pengunjung tentu saja akan ogah membuka situs kita, apalagi untuk menjelajahinya, benar tidak? Misalnya situs anda berisi tulisan-tulisan spam yang tidak jelas, atau bahkan copy paste blak-blakan dari situs lain, maka siap-siaplah pengunjung akan segera meninggalkan situs anda secara perlahan. Karena mereka merasa tidak mendapat manfaat apa-apa ketika membuka situs milik anda tersebut.

Setelah ketemu apa saja yang dapat membuat bounce rate sebuah situs menjadi tinggi, lalu apa saja solusinya?

Langkah-langkahnya akan saya buat sesederhana mungkin dan coba anda terapkan perlahan-lahan secara berurutan. Yang pertama adalah, buatlah konten yang bermanfaat bagi para pembaca atau pengunjung (kalau artikel tidak perlu terlalu panjang, yang terpenting inti dari postingan anda tersampaikan seluruhnya). Yang kedua, masukkan tautan internal situs ke dalam postingan-postingan anda, agar pengunjung mudah menemukan konten lain di situs anda. Yang ketiga, buatlah related posts pada situs anda, sehingga pengunjung akan mudah menemukan artikel lain yang masih berkaitan dengan apa yang ia baca. Yang keempat dan terakhir adalah, buat situs anda responsive di semua device dan usahakan cepat untuk di load atau dimuat, ini yang akan membuat pengunjung kerasan/betah berlama-lama di situs anda.

Untuk menerapkan cara-cara tersebut memang butuh waktu yang tidak sebentar. Untuk itulah lakukan langkahnya dengan cara yang sederhana untuk mengurangi bounce rate situs anda. Dengan cara pelan-pelan atau step by step, tidak perlu harus langsung selesai anda pasti akan bisa melakukannya.

Mungkin diluar sana masih banyak tutorial/bagaimana cara mengurangi bounce rate pada situs kita. Namun yang telah saya sampaikan pada artikel ini adalah sebagian besar teknik yang dapat anda gunakan untuk mengurangi bounce rate tersebut (hebatnya lagi, cara-cara yang saya sebutkan juga sudah diuji dari pengalaman). Semoga artikel ini bermanfaat terutama bagi anda para blogger.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments