by

Jangan Menikah Hanya Karena Usia Tidak Lagi Muda

-Serbi-74 views

Usia kepala dua atau kepala tiga mungkin memang bukanlah usia yang dikatakan muda. Terkadang rentang usia ini menimbulkan banyak masalah. Saat bertemu dengan sanak saudara kalian mungkin mulai merasa risih jika ditanyakan soal pernikahan.

Jangan Menikah Hanya Karena Usia Tidak Lagi Muda
Jangan Menikah Hanya Karena Usia Tidak Lagi Muda

Kamu kapan nikah?
Mana keluarga barunya?
Pasangannya mana nih?
Dan blablabla lainnya…

Pasti hal itu sangat menyebalkan bukan? Tapi tak usah khawatir. Jangan menikah jika hanya karena lelah menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut. Memperhatikan setiap aspek kehidupan akan menjadi hal yang utama dalam memutuskan menikah. Tentu kita menginginkan pernikahan sekali seumur hidup. Kita akan menghabiskan usia kita bersama pasangan kita. Jadi pikirkanlah matang-matang tentang pernikahan itu.

BUKAN PERKARA USIA, LEBIH DARI ITU HARUS SIAP LAHIR DAN BATIN

Bagi laki-laki, saat engkau menjabat tangan sang wanita. Saat itulah kamu bersedia memikul semua tanggung jawab dari seorang ayah. Maka selesailah tanggung jawab seorang ayah dari wanita itu. Ayah yang rela memberikan lahir dan batinnya untuk sang putri kini mengikhlaskan kepada pangkuanmu.

Sebagai imam kalian harus siap baik lahir maupun batinnya. Siap dengan segala kebutuhan yang akan memulai bertambah, siap dengan segala macam pikiran dan siap dengan segala macam apa yang ada dalam rumah tanggamu.

Rumah tanggamu tidak hanya ditangan suami, tapi istrilah yang memberikan dukungan yang sangat berarti untuk keberlangsungan rumah tangga. Jadilah partner rumah tangga yang saling menggenggam saat bagaimanapun kondisinya.

RUMPUT TETANGGA LEBIH HIJAU DIBANDING RUMPUT SENDIRI
Melihat pasangan baru memanglah sangat menyenangkan. Karena disana dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang. Terlihat bahagia dengan keluarga kecilnya. Bagaimana dengan aku? Bisakah seperti mereka? Janganlah khawatir karena setiap orang telah memiliki porsinya masing-masing. kita hanya melihat dari luar saja potret pernikahan tersebut dan tidak dari dalam yang harus dilihat dari berbagai aspek. Jangan sampai iri dengan rumput tetangga yang sudah memulai pernikahan atau rumput tetangga yang masih betah dengan kebahagiannya.

JANGAN LATAH
Melihat seseorang yang menikah mungkin akan memunculkan rasa untuk menikah pula. Janganlah seperti itu. kebiasaan yang seperti ini tak patut dibawa saat kalian hendak memutuskan menikah. Pastikan niat menikah dari hari dengan penuh kesiapan. Proses setiap orang tidaklah sama. Sehingga kalian tidak perlu latah mengikuti orang hendak menikah atau tidak.

PERBAIKI DIRI SERAYA BERUSAHA MENDAPATKAN JODOH TERBAIK
Jangan khawatir bagi kalian yang belum menemukan belahan jiwa. Terus lakukan perbaikan diri. Seraya berusaha bahwa engkau akan menemukan belahan jiwa terbaik yang akan dikirim tuhan menemani hidup kalian. Tidak hanya itu kalian bisa mulai belajar bertanggung jawab terdapat diri sendiri terlebih dahulu sebelum kalian bertanggung jawab terhadap putra atau putri seseorang. Ingatlah bahwa jodoh adalah cerminan diri. Jika dirimu baik maka baik pulalah jodohmu kelak.

TAK HANYA CINTA YANG KAU BUTUHKAN
Berbicara pernikahan memang tak terlepas dari rasa cinta dan kasih yang ada. Jika kedua pihak saling mencintai bukanlah hal yang sulit untuk menuju ke jenjang pernikahan. Tapi tahukah kamu bahwa dalam pernikahan tak hanya bumbu cinta yang dibutuhkan. Memutuskan menikah berarti siap dengan segala macam tantangan yang akan menghadang. Semua akan diurus oleh dua kepala suami istri yang terkadang tak sejalan. Maka yakinkanlah bahwa pasangan kita adalah orang yang siap dan bertanggung jawab atas roda rumah tangga itu.

JANGAN JADIKAN USIA SEBAGAI ALASAN MENIKAHMU
Jangan terburu-buru mengambil keputusan menikah. Ingat keputusanmu menikah tak hanya berdampak pada diri kamu saja. lebih dari itu, putri seorang bapak yang kau pinta dengan penuh takdhim akan merasakannya. Jangan sampai salah mengambil keputusan. Banyak yang harus dipertimbangkan saat engkau memutuskan untuk menikah. Jangan jadikan usia sebagai tameng untuk menuju ke pernikahan. Pernikahan adalah hal yang suci dan sakral. Jika engkau menikah karena usia telah tidak muda lagi. Bagaimanakah nasib rumah tangga nantinya. Berhati-hatilah.

Bagaimana semakin terbuka bukan pikiran kita? Bahwa menikah tidak semudah sepenglihatan kita. Yuk persiapkan sebaik-baiknya momen tersebut dari saat ini. Semangat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *