by

Kawasan yang Paling Dicari Untuk Investasi Properti di Indonesia

Tidak bisa dipungkiri bahwa investasi properti telah menjadi jenis investasi yang dapat menghasilkan keuntungan berlipat-lipat. Prediksi dari para pakar ekonomi semakin menguatkan bagaimana bisnis properti akan semakin berjaya di masa depan. Para pakar/pengamat ekonomi mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi akan tumbuh diatas 5 persen pada tahun ini, sedangkan untuk market properti akan naik hingga 8-9 persen.

Selain itu, adanya kekhawatiran di kalangan investor tentang investasi di saham, emas maupun bisnis lain di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, membuat banyak investor mengalihkan perhatiannya pada sektor properti yang dirasa menjadi salah satu instrumen investasi yang aman dalam jangka panjang.

Para pengamat masih meyakini bahwa bisnis di bidang properti akan terus naik dalam kondisi apapun, terutama dengan adanya MEA yang dijalankan oleh negara-negara asia tenggara yang akan semakin mempermudah arus keluar masuk barang dan jasa negara-negara ASEAN. Hal ini diperkirakan akan meningkatkan jumlah tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, dimana tentu mereka merupakan target market yang ideal bagi para pengembang properti.

Kawasan yang Paling Dicari Untuk Investasi Properti di Indonesia
Kawasan yang Paling Dicari Untuk Investasi Properti di Indonesia

Kawasan yang Paling Dicari/Menguntungkan Untuk Investasi Properti

Disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch atau IPW, bahwa dengan adanya MEA, maka beberapa wilayah bisa menjadi destinasi investasi yang diburu untuk tahun depan. Seperti misalnya untuk Indonesia Timur yang diramalkan akan menjadi kuda hitam, diantaranya Samarinda, Balikpapan, Ambon, Makassar, Kupang, Manado dan Mataram.

Sedangkan untuk area perkotaan dan dekat dengan ibukota. Para pengembang mulai mengalihkan perhatiannya ke Bekasi yang kedepannya akan dijadikan wilayah investasi bisnis properti. Hal ini diperkuat dengan harga tanah yang relatif murah di Bekasi, yakni sekitar 3 juta hingga 9 juta rupiah untuk setiap meter persegi. Dengan nilai tersebut, pebisnis properti merasa masih cukup banyak peluang untuk bisa dikembangkan lebih jauh lagi.

Bekasi akan menjadi kota yang menguntungkan bagi para investor properti karena dalam waktu dekat Bekasi memiliki banyak akses untuk menuju kesana. Yang pertama ada Tol Cakung-Cilincing dari Tanjung Priok, kemudian Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), lalu ada Tol Cimanggis-Cibitung dan tentu saja akses kereta api.

Selain Bekasi yang menjadi target investasi properti di Indonesia, beberapa pengembang juga menyasar Bogor untuk dijadikan wilayah pengembangan perumahan di masa depan dalam waktu dekat. Sementara itu, lokasi-lokasi seperti Serpong, BSD City dan Alam Sutera sudah mulai ditinggalkan developer karena harganya yang sudah melambung tinggi.

Selain persaingan untuk mendapatkan lokasi-lokasi panas tempat investasi bisnis properti, dalam waktu dekat, pihak developer perumahan juga menyasar segmen menengah untuk mereka jadikan target pemasaran. Segmen menengah ini adalah orang-orang dengan kemampuan daya beli properti senilai 300 juta hingga 2 milyar rupiah. Untuk tahun ini dan beberapa tahun ke depan, akan semakin banyak properti untuk kelas menengah dengan harga kisaran mulai 500 juta hingga 1 milyar rupiah untuk rumah, dan 300 juta hingga 500 juta untuk harga apartemen.

Diperkirakan potensi pasar untuk rumah kalangan menengah ke bawah masih cukup besar. Data dari Cushman & Wakefield menyatakan bahwa penjualan rumah untuk segmen menengah ke bawah mengalami peningkatan 37 persen di tahun ini daripada sebelumnya yang hanya 6 persen.

Sedangkan untuk kalangan segmen menengah sendiri, nilai penjualannya berada pada kisaran 35 persen. Sebenarnya para pengembang tahu bahwa pasar yang paling laku saat ini adalah di kisaran 300 juta hingga 1 milyar. Oleh karena itu, buat Anda yang ingin berinvestasi, disarankan untuk memilih rumah dengan di kisaran harga tersebut agar potensinya lebih cerah dan menjanjikan. (Kia).

Comment

Leave a Reply to sonisitez Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment