by

Keseruan Pesta Adat Bau Nyale di Lombok Tengah

-Wisata-89 views

Sebuah pesta adat dimanapun itu tempatnya selalu memiliki keunikan-keunikan tersendiri dan mampu menjadi daya tarik bagi para wisatawan/pengunjung yang datang melihat. Dan tidak terkecuali bagi pesta adat bau nyale yang ada di nusa tenggara barat, atau lebih tepatnya berada di lombok tengah. Pesta adat unik khas dari daerah lombok ini biasanya dilaksanakan pada hari ke 20 bulan ke 10 dengan menggunakan penanggalan sasak.

Keseruan Pesta Adat Bau Nyale di Lombok Tengah
Keseruan Pesta Adat Bau Nyale di Lombok Tengah

Masyarakat setempat memberi nama pesta adat ini dengan nama pesta adat bau nyale karena sesuai dengan nama tradisi yang dilakukan oleh masyarakat tradisional lombok yang pelakunya diharuskan menangkap nyale atau cacing laut. Sebagai sebuah tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun, pesta adat bau nyale dilakukan atas dasar sebuah legenda kuno yang ada di masyarakat nusa tenggara barat.

Sejarah Terciptanya Tradisi Adat Bau Nyale

Ceritanya bermula pada zaman dahulu kala, ketika di lombok tengah terdapat sebuah kerajaan bernama tonjang beru. Kerajaan ini memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Sarah Wulan atau masyarakat lombok lebih mengenalnya dengan nama putri mandalika. Putri kerajaan ini selain terkenal karena kecantikannya, kebaikan hati dan lemah lembutnya menjadikannya seorang putri raja yang sangat dicintai oleh rakyat kerajaan tonjang beru.

Hal ini lantas membuat banyak pangeran yang tertarik dan jatuh cinta kepada sang putri, hingga pada akhirnya banyak dari pangeran tersebut yang mengajukan lamaran untuk bisa mempersunting sang putri raja. Namun dalam upaya demi mendapatkan hati sang putri, para pangeran ini justru saling beradu kekuatan dan bahkan ada yang mengancam akan menghancurkan kerajaan jika niatnya melamar mengalami penolakan.

Melihat kejadian ini, maka sang putri mengundang semua pangeran beserta rakyat mereka untuk datang ke pantai kuta, sehingga membuat pantai kuta dipenuhi oleh kerumunan orang. Mungkin sang putri tidak ingin melihat pertumpahan darah, kemudian setelah semua orang berkumpul, sang putri berdiri diatas sebuah batu karang yang besar dan berkata bahwa dirinya akan berubah menjadi nyale dan bisa dinikmati oleh semua orang.

Tak berapa lama kemudian, sang putri menceburkan dirinya ke laut disertai dengan petir yang menyambar dan ombak dan berdebur kencang. Beberapa saat kemudian, setelah sang putri menceburkan diri ke laut, muncullah cacing berwarna-warni di permukaan laut dengan jumlah yang sangat banyak. Semua orang yang berada di pantai kemudian menganggap bahwa cacing-cacing tersebut merupakan jelmaan dari sang putri. Dan dari kisah kuno inilah tradisi pesta adat bau nyale diselenggarakan.

Masyarakat lombok selalu menikmati manakala tradisi ini mulai dilaksanakan. Selain acara utama yakni menangkap nyale (cacing laut yang memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi), pesta adat ini juga kerap diwarnai dengan beberapa kompetisi tradisional seperti bekayag, perisaian, cilokaq, berbalas pantun, begambus dan lomba dayung. Selain itu, tradisi pesta adat bau nyale juga merupakan bentuk syukur atas karunia Yang Maha Kuasa atas nikmat yang telah diberikan. Dan pertunjukan utama dari pesta adat ini biasanya diadakan teater yang mengangkat cerita putri kerajaan tonjang beru (putri mandalika).

Nah, bagi anda yang berminat menikmati suasana dan keunikan tradisi pesta adat bau nyale ini, maka anda bisa mencapai lokasi pantai kuta dengan menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa mobil dari kota mataram. Anda juga bisa menikmati wisata lain yang berdekatan dengan tempat diselenggarakannya pesta adat bau nyale ini, yakni pantai cemara dan pantai kaliantan.

Apabila anda menghendaki untuk menginap terlebih dahulu demi menikmati suasana sebelum tradisi bau nyale dilakukan, maka pilihan penginapan yang bisa anda tempati diantaranya adalah novotel lombok hotel, tastura beach resort atau bisa juga menginap di kuta indah hotel. Anda juga harus ingat tanggal pelaksanaanya adalah pada hari ke 20 bulan ke 10 dengan menggunakan penanggalan sasak.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *