by

Kisah Sukses Andreas Chaiyadi yang Sangat Menginspirasi

Kesuksesan memang tidak datang dengan cara yang instan. Jatuh bangun dalam perjalanan meniti karir merupakan suatu ujian menuju kesuksesan. Hal ini juga dialami oleh seorang Andreas Chaiyadi. Dibalik kesuksesannya menjadi seorang Direktur Utama PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK), ternyata ada pelajaran hidup berharga yang dapat kita ambil dari kisahnya.

Kisah Sukses Andreas Chaiyadi yang Sangat Menginspirasi
Kisah Sukses Andreas Chaiyadi yang Sangat Menginspirasi

Profil singkat Andreas Chayadi

Pebisnis sukses ini memiliki nama lengkap Andreas Chaiyadi Karwandi. Semenjak lulus SMP ia sudah memutuskan hijrah dari Singkawang ke Yogyakarta untuk menuntut ilmu. Setelah lulus SMA, ia pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya ke Jakarta di Universitas Indonesia jurusan teknik elektro.

Keberaniannya untuk hidup mandiri dan jauh dari orang tua adalah salah satu modal utama kesuksesannya. Sejak masih kuliah, jiwa bisnis Andreas Chaiyadi sudah muncul. Demi mencukupi kebutuhan hidupnya Andreas rela kuliah sambil berjualan buku ensiklopedia. Ia menargetkan menjual buku ensiklopedia bernilai jutaan ke 4 orang. Selama menjajakkan buku ensiklopedia dari kantor ke kantor, ia sempat pula diusir oleh satpam.

Setelah lulus kuliah, Andreas menjajaki karir sebagai tenaga pemasar di PT Sarana Kemas yang bergerak di bidang produksi kotak karton. Ternyata bakat pemasaran yang ia miliki mampu membawa harum nama perusahaan tempat ia bekerja itu. Bahkan, setelah ia keluar dari tempatnya bekerja, banyak perusahaan yang menawarinya bekerja. Namun, Andreas menolak semua tawaran tersebut.

Singkat cerita akhirnya Andreas memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan seorang temannya yang bernama Johanes Djafar. Ia telah mengamati potensi usaha di bidang kotak karton dan memutuskan untuk mencoba peruntungan dengan membuka usaha sendiri.

Dengan modal awal masing-masing 15 juta rupiah, Andreas dan Johanes membuka kantor di Grogol. Waktu itu dia merekrut 2 orang karyawan. Pada tahun pertama perusahaannya masih bergerak di bidang perdagangan. Ia menjadi perantara antara produsen kotak karton dengan konsumen yang membutuhkannya.

Pada tahun kedua usaha tersebut mulai berkembang dan perusahaan mulai berekspansi untuk membuat sendiri kotak karton yang dipesan oleh konsumen. Kapasitas produksi yang semakin besar membuatnya harus memindahkan gudang ke daerah Kapuk Peternakan dengan menyewa bangunan seluas 800 m2. Ia juga membeli beberapa mesin cetak warna. Saat itu perusahaannya sudah mampu mempekerjakan 50 orang karyawan.

Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1999 hingga 2000 justru menjadi berkah tersendiri bagi perusahaan Andreas Chaiyadi. Di antara banyak perusahaan yang ada, hampir semua mengalami kebangkrutan, namun usaha yang dijalani oleh Andreas justru meraih keuntungan yang berlipat ganda.

Saat itu banyak konsumen yang tidak lagi mempertimbangkan harga dan mengutamakan ketersediaan barang. Pelaku usaha juga banyak yang melakukan pembayaran tunai, sehingga Andreas mampu mengumpulkan keuntungan dalam jumlah besar. Dengan keuntungan tersebut ia mampu membeli pabrik dengan luas 2500 m2 dan mesin cetak tiga warna otomatis.

Tak selamanya usaha yang dijalani oleh Andreas Chaiyadi berjalan mulus. Pada tahun 2001 usahanya mengalami kerugian besar karena pabrik yang diterjang banjir hingga setinggi pinggang. Semua bahan baku dan mesin rusak. Beruntunglah karena pihak penyuplai memberikan keleluasaan untuk mengundur pembayaran dan dapat mengganti kerugian tersebut dalam waktu 6 bulan.

Tahun 2002 Andreas mulai menerima pesanan offset printing untuk starter pack perusahaan seluler. Banyaknya costumer dan pesanan berulang membuat Andreas terbawa ke dalam zona nyaman dan melupakan ancaman yang mungkin datang. Ia baru disadarkan dari zona nyaman saat ada konsumen yang mengalihkan pesanan ke perusahaan lain.

Pengalaman itu membuatnya berekspansi. Pada tahun 2009 ia memutuskan untuk membeli pabrik offsite printing di Jatake Tangerang. Selanjutnya, pada tahun 2011 ia membeli perusahaan produsen karton lembaran PT Super Kemas Utama.

Saat ini dengan usaha yang telah “menggurita”, Andreas mampu meraup omset sampai 184 milyar rupiah. Ia pun telah mampu mempekerjakan 1000 karyawan di perusahaannya.

Kisah Inspirasi Andreas Chayadi yang bisa Kita Ambil

Perjalanan menuju kesuksesan memanglah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bagi anda yang tengah merintis usaha dari nol, dan saat ini sedang banyak halangan dan rintangan, maka janganlah menyerah. Andreas Chaiyadi sudah membuktikan dalam perjalanan ia meniti karirnya, berkat kegigihan dan mental pantang menyerah yang dia punya, dia bisa menjadi pebisnis sukses saat ini. (Ran).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *