by

Komponen .NET Framework

.NET Framework terdiri dari dua buah komponen utama, yaitu Common Language Runtime (CLR) dan .NET Framework Class Library atau kadang juga sering disebut dengan Base Class Library (BCL).

Common Language Runtime (CLR) adalah pondasi utama dari .NET Framework. CLR merupakan komponen yang bertanggung jawab terhadap berbagai macam hal, seperti bertanggung jawab untuk melakukan managemen memory, melakukan eksekusi kode, melakukan verifikasi terhadap keamanan kode, menentukan hak akses dari kode, melakukan kompilasi kode, dan berbagai layanan system lainnya. Dengan adanya fungsi CLR ini, maka aplikasi berbasis .NET biasa juga disebut dengan managed code, sedangkan aplikasi di luar itu biasa disebut dengan un-managed code.

Berikut ini beberapa hal yang disediakan CLR bagi para developer:

  • Dapat lebih menyederhakan proses pengembangan aplikasi.
  • Memungkinkan adanya variasi dan integrasi dari berbagai bahasa pemrograman yang ada di lingkungan .NET Framework.
  • Keamanan dengan melakukan identing pada kode aplikasi.
  • Bersifat Assembly pada saat proses deployment / kompilasi.
  • Melakukan versioning sebuah komponen yang bisa di daur ulang.
  • Memungkinkan penggunaan kembali kode, dengan adanya sifat inheritance.
  • Melakukan pengaturan/manajemen tentang lifetime sebuah objek.
  • Melakukan penganalisaan objek-objek secara otomatis.

CLR akan melakukan kompilasi kode-kode aplikasi kita menjadi bahasa assembly MSIL (Microsoft Intermediate Language). Proses kompilasi ini sendiri dilakukan oleh komponen yang bernama Just In Time (JIT). JIT hanya akan mengkompilasi metode-metode yang memang digunakan dalam aplikasi, dan hasil kompilasi ini sendiri di cache di dalam mesin dan akan dikompile kembali jika memang ada perubahan pada kode aplikasi kita.

.NET Framework Class Library atau sering juga disebut Base Case Library (BCL) adalah koleksi dari reusable types yang sangat terintegrasi secara melekat dengan CLR. Class library bersifat berorientasi terhadap objek yang akan menyediakan types dari fungsi-fungsi managed code. Hal ini tidak hanya berpengaruh kepada kemudahan dalam hal penggunaan, tetapi juga dapat mengurangi waktu yang diperlukan pada saat eksekusi. Dengan sifat tersebut, maka komponen pihak ketiga akan dengan mudah diaplikasikan ke dalam aplikasi yang dibuat.

Dengan adanya BCL ini, maka kita bisa menggunakan .NET Framework untuk membuat berbagai macam aplikasi, seperti:

  • Aplikasi console
  • Aplikasi berbasis windows (Windows Form)
  • Aplikasi ASP.NET (berbasis web)
  • Aplikasi Web Services XML
  • Aplikasi berbasis Windows Services

Jika kita membuat sekumpulan Class untuk membuat aplikasi berbasis windows, maka Class-Class itu bisa kita gunakan untuk jenis aplikasi lain, seperti aplikasi berbasis web (ASP.NET).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *