by

Cara Membangun Keluarga Kecil Bahagia

Definisi Keluarga

Kata keluarga berasal dari bahasa Sansekerta kula dan warga. Kulawarga memiliki arti anggota, kelompok kerabat, singkatnya kata tersebut memiliki arti sebuah lingkungan yang di dalamnya berkumpul beberapa orang yang masih memiliki pertalian darah.

Cara Membangun Keluarga Kecil Bahagia
Cara Membangun Keluarga Kecil Bahagia

Secara istilah, keluarga berarti sekelompok orang yang terdiri dari dua individu atau lebih yang tergabung karena adanya hubungan perkawinan, hubungan darah, atau pengangkatan saudara kemudian hidup dalam sebuah rumah tangga dan berintraksi satu sama lainnya. Masing-masing anggota keluarga tersebut memiliki peran dan tanggung jawab di dalam kehidupan rumah tangganya.

Definisi Bahagia

Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda tentang definisi bahagia. Ada yang memaknai bahwa kebahagian berasal dari banyaknya harta, kekuasaan, kecantikan maupun popularitas. Namun benarkah jika definisi tersebut merupakan kebahagian yang hakiki.

Cobalah berpikir apakah harta, kekuasaan, kecantikan ataupun popularitas semuanya dapat langgeng dan tidak akan pernah pudar? Jawabannya adalah tidak bukan? Harta secara berangsur-angsur bisa habis, kekuasaan atau popularitas suatu saat bisa lengser dan surut, kecantikan pun tidak bertahan lama sebab semakin tua seseorang akan semakin keriput.

Tukiyo Suryo Atmojo, salah seorang motivator Mysteri of Mindset mengatakan bahwa kebahagiaan yang hakiki bukanlah segala sesuatu yang tampak dari luar, namun segala sesuatu yang berasal dari hati.

Sumber kebahagian itu bisa berada dimanapun anda berada ketika pada saat itu anda mampu menyadari atas makna dari segala hal yang anda alami, anda mampu bersyukur di setiap kondisi yang menimpa anda serta mengambil hikmah dari setiap kejadian baik kejadian baik maupun kejadian yang buruk.

Pada saat hati anda sudah mampu untuk menerima kondisi di atas, maka disaat itulah anda akan berdamai dengan segala kondisi yang ada serta menjalani hidup dengan mindset yang positif. Pada akhirnya anda akan merasakan ketentraman dalam jiwa.

Keluarga Bahagia Menurut Islam

Ketika seseorang membentuk keluarga kecil, harapan yang ada tentunya ingin menjadikan keluarga kecil mereka sebagai keluarga kecil yang bahagia. Dan jika kita merujuk pada ajaran agama islam, yang di maksud keluarga bahagia adalah keluarga yang mampu menciptakan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rohmah. Dalil mengenai hal tersebut ada dalam al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 21.

Melalui ayat tersebut, Allah berfirman bahwasanya Dia telah menciptakan kalian berpasangan agar kalian mampu merasakan ketentraman (sakinah) dan Dia juga menjadikan di antara pasangan-pasangan tersebut rasa kasih sayang(mawaddah), dan rasa sayang (rahmah) sebagai tanda kebesaran-Nya.

Memiliki keluarga kecil yang bahagia dengan cara membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah tentunya bukanlah hal yang mudah. Meski demikian jika anda memiliki niatan dan mengupayakan dengan bersungguh-sungguh maka bukan hal yang mustahil anda bisa meraihnya.

Cara Membangun Keluarga Kecil Bahagia

a. Memahami tujuan dari sebuah pernikahan

Ketika anda ingin membangun keluarga yang kecil yang bahagia, maka anda harus mampu memahami tujuan dari sebuah pernikahan. Dengan memahami tujuan dari pernikahan, maka anda akan berusaha mewujudkan apa yang menjadi tujuan tersebut dengan menjalankan peran yang anda jalani dengan sepenuh hati dan keikhlasan. Beberapa tujuan dari sebuah pernikahan yaitu:

1. Untuk memenuhi tuntutan naluriah anda sebagai manusia
Allah sudah berfirman bahwasanya setiap manusia itu diciptakan dengan memiliki pasangan. Maka tak heran, jika hal tersebut sudah menjadi naluriah dari setiap manusia. Nah, untuk menjadikan pasangan tersebut menjadi pasangan yang halal bagi anda adalah dengan cara menjalankan ikatan pernkahan sehingga anda dapat mewujudukan sebuah keluarga kecil bersama pasangan anda.

2. Untuk mendirikan rumah tangga yang mampu menjaga nilai-nilai ajaran islam
Setelah membentuk sebuah keluarga kecil, maka anda harus memiliki kesadaran dengan berkomitmen agar anda mampu mendirikan sebuah rumah tangga yang mengedepankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari anda.

3. Untuk membentengi diri anda dengan akhlaq yang mulia
Dengan komitmen tersebut, maka anda dan pasangan anda dapat senantiasa saling mengingatkan untuk menjalankan ajaran-ajaran agama islam. Hal inilah yang dapat membentengi diri anda dengan akhlaq yang mulia karena aplikasi nilai-nilai ajaran agama akan tercermin dalam perilaku keseharian anda.

4. Untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan memperbaiki kualitas ibadah kepadaNya
Tujuan yang perlu anda ingat setelah menjalani biduk rumah tangga adalah untuk meningkatkan keimanan anda kepada Allah SWT. Oleh karena itu dengan hidup bersama pasangan anda, seharusnya akan banyak ibadah yang dapat anda lakukan bersama pasangan anda dengan pahala yang berkali-kali lipat dibandingkan pada saat sebelumnya. Jangan sampai setelah menjalani biduk rumah tangga, anda justru semakin terlena dan teledor dalam menjalankan ibadah.

5. Untuk mendapatkan keturunan yang sholih dan sholihah
Tujuan lain dari sebuah pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan yang sholih dan sholihah. Nah, untuk dapat menghasilkan keturunan yang demikian anda juga dituntut untuk berperilaku yang sholih dan sholihah karena anda adalah teladan utama bagi calon buah hati anda.

b. Beberapa hal yang penting untuk diterapkan demi mewujudkan keluarga yang sakinah

1. Menciptakan rasa kepercayaan, saling menghormati dan menyayangi
Agar anda mampu memperoleh keluarga yang sakinah, maka tanamkanlah rasa saling menghargai dan menghormati antar pasangan. Tanamkanlah juga rasa kepercayaan sebagai sebuah pondasi, sehingga tidak menghadapi segala permasalahan dengan melibatkan emosi yang tinggi.

2. Menjalankan kehidupan yang penuh kesederhanaan
Ketika anda menjalani biduk rumah tangga, anda harus mampu menghargai jerih payah pasangan anda. Oleh karena itu biasakanlah untuk hidup sederhana dengan mengatur keuangan anda seefisien mungkin dan tidak mudah mengeluarkan pengeluaran yang nantinya justru membebani anda. Meski demikian jangan sampai lupa untuk mengeluarkan sedekah untuk membersihkan harta anda.

3. Selalu melakukan introspeksi terhadap diri sendiri
Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan, baik itu karena kesengajaan atau ketidaksengajaan. Oleh karena itu luangkan waktu anda untuk melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Jika ada sebuah permasalahan cobalah lihat faktor internal apa pada diri anda yang menyebabkan permasalahan itu ada kemudian selesaikanlah dengan cara yang bijak agar permasalahan tidak terjadi secara berlarut-larut.

c. Membentuk rumah tangga yang dapat menciptakan rasa mawaddah wa rohmah (rasa kasih dan sayang)

1. Setiap anggota keluarga menjalankan hak dan kewajibannya masing-masing
Sebagaimana definisi dari keluarga bahwa masing-masing anggota tentunya memiliki peranan dan tanggung jawab masing-masing. Oleh karena itu untuk membentuk keluarga yang mawaddah wa rohmah hendaklah masing-masing anggota keluarga untuk menjalankan peran dan tanggung jawabnya masing-masing.

2. Mensyukuri telah mendapatkan pasangan hidup
Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu pula dengan pasangan hidup kita. Meski demikian, apa pun yang terjadi anda sudah memutuskan untuk hidup dengan dirinya. Oleh karena itu terimalah apa adanya pasangan anda dan bersyukurlah dengan adanya dia yang telah melengkapi hidup anda.

Nah, itu tadi adalah beberapa cara untuk membangun keluarga kecil yang bahagia. Semoga kita dapat berhasil mengaplikasikan cara-cara tersebut dan mendapatkan sebuah keluarga bahagia, seperti yang di impikan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *