by

Pesona Eksotis di Puncak Bukit Panderman

Apakah Anda sudah merencanakan liburan untuk akhir pekan/liburan panjang mendatang? Jika belum, tak ada salahnya untuk mampir ke kota dingin Malang dan menikmati indahnya ragam wisatanya. Kalau bosan dengan taman, museum, atau pantainya, Anda dapat memilih untuk mendaki pegunungan yang ada di sekitarnya. Salah satunya adalah Gunung Panderman.

Pesona Eksotis di Puncak Bukit Panderman
Pesona Eksotis di Puncak Bukit Panderman

Bergeser sedikit dari kota Malang tepatnya di kota Batu, Anda akan bisa menikmati pendakian ke Gunung Panderman. Gunung ini memiliki puncak ketinggian 2045 meter di atas permukaan laut. Memang tidak terlalu tinggi untuk ukuran sebuah gunung. Oleh sebab itu, beberapa orang seringkali menyebutnya sebagai Bukit Panderman.

Gunung ini berlokasi di Dusun Toyomerto, Pesanggrahan, Batu. Menurut legenda yang beredar, kata Panderman berasal dari nama seorang warga Belanda yang kagum dengan pesona gunung ini, yakni Van Der Man. Pantas saja karena saat mendaki, Anda akan ditemani oleh pemandangan pohon-pohon pinus dan tanaman lain di sekelilingnya yang sangat sejuk dipandang mata.

Gunung ini merupakan latar belakang view kota Batu. Tak ayal, banyak sekali peminatnya yang datang kesini. Jika datang ke tempat ini, Anda sebaiknya menginap dengan mendirikan tenda di beberapa titik yang ada karena pemandangan malam yang luar biasa indah akan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Pancaran kerlip lampu kota di tengah kegelapan akan melengkapi malam Anda.

Saat matahari mulai terbit, Anda akan menyaksikan panorama yang menakjubkan dari sinar sang surya yang berpadu dengan awan-awan cantik dan pegunungan Arjuno, Welirang, serta Semeru dari kejauhan. Benar-benar karya Tuhan yang luar biasa indahnya. Setelah menyaksikan sunrise, sempatkanlah untuk mengabadikan momen bersama prasasti Basundara dan tugu Kostrad lengkap dengan gerombolan monyet liar yang bergelantungan bebas di pepohonan.

Untuk menikmati keindahan Gunung Panderman, Anda akan menempuh jarak sekitar 15 kilometer dari kota Malang menuju kota Batu. Anda bisa menggunakan kendaraan umum dari terminal Landungsari dengan bus jurusan Malang-Kediri atau Malang-Jombang lalu turun di pertigaan Pesanggrahan. Kemudian, Anda harus berjalan sejauh 2 kilometer ke dusun Toyomerto melewati jalan beraspal dengan kemiringan 50 derajat.

Namun, jika Anda tidak ingin melalui tantangan tersebut, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun empat yang dapat dititipkan di rumah warga desa Toyomerto dengan membayar Rp. 5.000 hingga 10.000.

Sebelum mendaki ke puncak gunung, Anda harus memastikan perlengkapan dan pengurusan izin terlebih dahulu. Jika sudah disiapkan, Anda bisa memulai pendakian melalui jalan makadam sepanjang sekitar satu kilometer. Kemudian, Anda akan tiba di pos peristirahatan yang dilengkapi sumber air pada titik 1.330 mdpl. Anda bisa mengisi persediaan air untuk menuju puncak.

Pos selanjutnya adalah Latar Ombo yang berlokasi di ketinggian 1.600 mdpl. Anda juga bisa berkemah atau sekedar beristirahat untuk menghilangkan lelah sebelum melanjutkan perjalanan. Lalu Anda akan menemui pos Watu Gede dengan ketinggian 1.730 mdpl. Pemandangan di pos ini juga sangat indah. Tak lama kemudian, Anda akan sampai di puncak Gunung Panderman. Total waktu pendakian berkisar antara 3 sampai 4 jam.

Wilayah gunung ini masih alami, jadi Anda akan disuguhi pengalaman berwisata yang penuh tantangan. Jika Anda berkunjung kesini, jangan lupa untuk membawa pakaian hangat, karena saat mencapai tengah malam hingga pagi, hawa dingin akan sangat terasa. Ingat, pastikan untuk tidak membuang sampah, melukai hewan, atau merusak tanaman, agar kelestarian alam di Gunung Panderman bisa selalu terjaga. Happy hiking! (Ano).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *