by

Gagal Sudah Jadi Hal Biasa

-Opini-118 views

Waduh melihat judul postingan ini mungkin sebagian besar dari anda akan mengira hal ini sepertinya menyedihkan, atau malah seperti sebuah keputus asaan. Hehe tenang, judulnya memang terlihat seram yaitu “Gagal Sudah Jadi Hal Biasa”, namun saya akan coba mengajak anda untuk melihat dari sudut pandang positifnya.

Bangkit Dari Kegagalan
Bangkit Dari Kegagalan

Yah, saya mempunyai banyak sekali pengalaman kegagalan, mulai dari masalah pribadi, lingkungan, asmara, pekerjaan maupun cinta, haduuh. Memang sangat berat sih, bahkan terkadang hampir sampai titik keputus asaan, nah ini adalah hal yang berbahaya. Sebisa mungkin kita harus bangkit jika gagal dalam suatu tujuan, jangan sampai putus asa, ingat putus asa tidak akan memperbaiki kegagalan kita, malah akan membuat kita semakin terpuruk.

Jujur, bukan masalah cinta yang paling berat dari kegagalan, kalau orang-orang rela mati demi cinta (dalam hal ini yang bersifat cinta dunia) kalau saya, wah rugi amat rela mati hanya untuk yang sifatnya duniawi hehe.

Yang paling berat tentu saja menurut saya adalah kegagalan yang terkait masalah lingkungan dan pribadi. Kali ini akan saya spesifikkan lagi, yaitu kegagalan dalam meraih atau menargetkan sesuatu yang akan sangat menentukan masa depan kita. Mak jleeb sekali ya para pembaca, hehe. Kalau berhubungan dengan masa depan pasti sangat berat sekali memang, bukan dampaknya akan mengenai kita sendiri saja, tapi juga dirasakan lingkungan, terutama keluarga kita sendiri. Alih-alih ingin memperbaiki keadaan, kita justru malah terpuruk sehingga sudah tidak bersemangat lagi melakukan apa-apa. Hal inilah yang akan saya coba bahas, bagaimana agar kita dapat menjadikan kegagalan sebagai hal yang biasa saja, jangan luar biasa.

Dalam mencapai suatu tujuan tertentu kegagalan merupakan hal yang sudah biasa dan hampir pasti akan terjadi, oleh karena itu sewajarnya saja dalam menyikapinya, kita tidak boleh menganggap kegagalan adalah sebuah akhir dari segalanya. Jika ingin berhasil (kali ini yang saya bahas sifatnya duniawi) maka kita tidak boleh menyerah menghadapi kegagalan tersebut.

Seperti pengalaman saya yang sering gagal berkali-kali meraih sesuatu yang saya inginkan dan berkaitan dengan masa depan saya, maka hal ini memang terasa berat, namun jika saya berhenti, bukankah hal itu tidak akan memperbaiki keadaan, malah justru menurut saya semuanya akan game over (berakhir saat itu juga), dan kegagalan akan memandang saya dengan pandangan remeh, tertawa dan mungkin sambil berkata “You lost now”, iih ngeri ya hehe.

Memang, musuh paling berat adalah diri sendiri, karena jika kita mampu  mengalahkannya, saat itulah kemungkinan kita berhasil atau sukses akan terbuka lebar. Maka dari itu anggaplah biasa saja kegagalan yang menimpa anda, hadapi dengan senyuman sambil berkata, ini belum ada apa-apanya, aku harus bangkit, karena hanya aku sendirilah yang bisa merubah dan menentukan nasib serta takdirku.

Satu hal lagi yang perlu anda pikir dalam-dalam saat menyerah pada kegagalan, anda tidak pernah tahu kalau mungkin sebenarnya keberhasilan sudah didepan mata, namun anda memilih menyerah pada kegagalan itu, wah sayang sekali, padahal jika anda bangkit dan melakukan sesuatu saat setelah kegagalan itu mungkin anda bisa berhasil dan bukannya memilih menyerah.

Oleh karena itu, mind set atau pikiran kita harus kita perbaiki, jika kegagalan terus dan terus datang melanda kehidupan kita, jangan pernah menyerah, hadapi dengan lantang dan dengan tegar, ingat semua pasti ada jalannya bagi mereka yang mau berusaha. Haduh, saya menulis ini sambil meneteskan air mata dan terharu, ingat pengalaman-pengalaman saya.

Selain memperbaiki diri, evaluasi dan melihat kebelakang dalam menghadapi kegagalan, kalau kita memang saat itu sangat lelah dan sudah lemah, maka istirahatlah beberapa saat, jangan melakukan apa-apa dahulu, ingat ini bukan menyerah, anggap ini seperti anda sedang beristirahat, mengumpulkan tenaga dan pada momentum tertentu anda bangkit dan tidak bisa dibendung lagi. Jika gagal, bangkit coba lagi, gagal lagi, bangkit coba lagi, masih gagal, coba lagi, lagi dan lagi, sampai tiba saatnya dimana jatah kegagalan anda akan habis, dan tujuan anda akan tercapai, meskipun jalannya akan sangat panjang dan terjal. Anda juga harus berpikir, anda tidak sendirian, mungkin ada orang lain yang lebih sering gagal daripada anda, namun mereka memilih untuk tidak menyerah, begitu pula anda, jangan pernah menyerah.

Didalam agamapun kita diajarkan untuk selalu berusaha dan tidak berputus asa, hidup memang seperti sebuah buku, Tuhan memberikan anda pena (takdir) dan andalah penulisnya (nasib). Jadi yang menentukan nasib adalah anda sendiri, Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya.

Jujur saat menulis ini saya sempat ingin menangis, banyak sekali kegagalan yang pernah saya alami, tetapi kegagalan inilah yang tanpa saya sadari menjadikan saya semakin kuat, menjadikan saya terbiasa dengan kegagalan, sehingga saya bisa mulai menikmati sebuah proses. Nikmatilah kegagalan anda, jangan dibuat beban, yakin suatu saat keberhasilan itu akan datang, anda tidak sendirian, ada Tuhan dan orang lain yang juga sering mengalami kegagalan. Ingat, jalan hanya akan terbuka bagi mereka yang mau berusaha dan tidak menyerah, semangat dalam menjalani proses kehidupan anda, putuskan bahwa anda lebih kuat daripada kegagalan, dan semoga hidup anda akan menjadi lebih baik nantinya. Aamiin.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments