Contoh Isim Tafdhil dalam Al-Quran

Pengenalan

Al-Quran adalah kitab suci bagi umat Islam yang mengandung petunjuk hidup dan ajaran agama. Di dalam Al-Quran terdapat berbagai macam jenis kata, termasuk isim tafdhil. Isim tafdhil adalah kata sifat yang digunakan untuk memberikan penekanan atau pujian terhadap sesuatu. Dalam artikel ini, kita akan membahas contoh-contoh isim tafdhil yang terdapat dalam Al-Quran.

1. Alim

Allah SWT adalah Alim, artinya Maha Mengetahui. Contoh penggunaan kata ini dapat ditemukan dalam Surah Al-Baqarah ayat 32: “Mereka berkata, ‘Maha Suci Engkau, kami tidak mempunyai pengetahuan melainkan apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang ghaib.’

2. Karim

Allah SWT juga disebut sebagai Karim, artinya Maha Pemurah. Contoh penggunaan kata ini dapat ditemukan dalam Surah Al-Hajj ayat 58: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

3. Rahman dan Rahim

Rahman dan Rahim adalah dua isim tafdhil yang digunakan untuk menyebut Allah SWT sebagai Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Contoh penggunaan kata-kata ini dapat ditemukan dalam banyak surah Al-Quran, seperti Surah Al-Fatihah ayat 1-2: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Artikel Lain:  Bargain Ser yang Lazim Kita Temui Dibagi Menjadi Dua Kategori

4. Qadir

Allah SWT juga disebut sebagai Qadir, artinya Maha Kuasa. Contoh penggunaan kata ini dapat ditemukan dalam Surah Ali Imran ayat 26: “Katakanlah, ‘Ya Allah, Tuhan yang menguasai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.'”

5. Ghafur

Allah SWT juga disebut sebagai Ghafur, artinya Maha Pengampun. Contoh penggunaan kata ini dapat ditemukan dalam Surah Al-Baqarah ayat 173: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi jika seseorang terpaksa (memakannya) sedangkan ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

6. Wadud

Wadud adalah isim tafdhil yang digunakan untuk menyebut Allah SWT sebagai Maha Mengasihi. Contoh penggunaan kata ini dapat ditemukan dalam Surah Hud ayat 90: “Mintalah ampun kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang, Maha Mengasihi.”

Artikel Lain:  SK Pembina OSIS: Menjadi Penggerak Utama Organisasi Siswa di Sekolah

7. Halim

Allah SWT juga disebut sebagai Halim, artinya Maha Penyantun. Contoh penggunaan kata ini dapat ditemukan dalam Surah Al-Baqarah ayat 235: “Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu menceraikan wanita-wanita sebelum kamu telah menyentuhnya atau menentukan maskawin kepada mereka. Dan berilah kepada mereka yang bercerai itu nafkah, yang wajar, seorang yang kaya memberikan nafkah menurut kesanggupannya dan yang miskin memberikan nafkah menurut kesanggupannya. Nafkah yang wajar, adalah suatu kewajiban bagi orang yang berbuat baik.

8. Hakim

Allah SWT adalah Hakim, artinya Maha Pengadil. Contoh penggunaan kata ini dapat ditemukan dalam Surah Yunus ayat 109: “Dan mengikutimu (wahai Muhammad) hanya beberapa orang yang lemah yang beriman kepada ayat-ayat Kami. Dan mengapa mereka tidak beriman kepada ayat-ayat Kami? Karena mereka tidak pernah melihat ayat-ayat Kami. Dan mengapa mereka tidak diadili (oleh Allah) ketika mereka mendustakan (ayat-ayat Kami)?

9. Wasi’

Wasi’ adalah isim tafdhil yang digunakan untuk menyebut Allah SWT sebagai Maha Luas Rezeki-Nya. Contoh penggunaan kata ini dapat ditemukan dalam Surah Al-Baqarah ayat 247: “Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, ‘Hai kaumku, sesungguhnya Allah telah menetapkan seorang raja atas kamu.’ Mereka berkata, ‘Bagaimanakah bisa dia memerintah atas kami, padahal kami lebih berhak mendapat jabatan kerajaan daripadanya, dan dia tidak diberikan kekayaan yang berlimpah kepada kami?’ Musa berkata, ‘Sesungguhnya Allah telah memilihnya atas kamu dan telah menambah kepadanya ilmu yang banyak dan kekuasaan yang luas. Dan Allah memberikan kepadanya rezeki yang berlimpah dari-Nya. Dan Allah Maha Luas Rezeki-Nya lagi Maha Mengetahui.'”

Artikel Lain:  What Does Culture Shock Look Like?

10. Qawi

Allah SWT juga disebut sebagai Qawi, artinya Maha Kuat. Contoh penggunaan kata ini dapat ditemukan dalam Surah Al-Hajj ayat 40: “Sesungguhnya Allah menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”

Dalam Al-Quran terdapat banyak contoh isim tafdhil yang digunakan untuk menyebut sifat-sifat Allah SWT. Isim-isim tersebut memberikan gambaran kepada umat manusia mengenai sifat-sifat-Nya yang luar biasa. Semoga penjelasan di atas dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan isim tafdhil dalam Al-Quran.

Kesimpulan:
Dalam Al-Quran terdapat banyak contoh isim tafdhil yang digunakan untuk menyebut sifat-sifat Allah SWT. Contoh-contoh tersebut meliputi Alim (Maha Mengetahui), Karim (Maha Pemurah), Rahman dan Rahim (Maha Pengasih dan Maha Penyayang), Qadir (Maha Kuasa), Ghafur (Maha Pengampun), Wadud (Maha Mengasihi), Halim (Maha Penyantun), Hakim (Maha Pengadil), Wasi’ (Maha Luas Rezeki-Nya), dan Qawi (Maha Kuat). Setiap isim tafdhil memberikan penekanan dan pemuliaan terhadap sifat-sifat Allah SWT yang luar biasa. Dengan memahami penggunaan isim tafdhil ini, kita dapat mengembangkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Leave a Comment